January 10, 2014

Posted by Unknown On 12:35

“kemudian makanlah dari tiap-tiap (macam) buah-buahan dan tempuhlah jalan Tuhanmu yang telah dimudahkan (bagimu). Dari perut lebah itu ke luar minuman (madu) yang bermacam-macam warnanya, di dalamnya terdapat obat yang menyembuhkan bagi manusia. 
Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kebesaran Tuhan) bagi orang-orang yang memikirkan.”
(An-Nahl-69)


Alhamdulillah wa syukurillah di hari Jum’at yang barokah ini Allah masih memberi kesempatan kepada saya mengelola blog yang baru ini. :D Meski belum sesempurna blog para pecinta blogger tapi saya tetap berharap tulisan tanpa tinta yang hadir di blog ini mampu memberi makna di setiap hati para penulis terutama pembacanya.

Kali ini saya ingin bercerita sedikit tentang sejarah hadirnya blog ini di dunia maya. Ada banyak makna yang mengiringi kehadiran blog yang saya dan sahabat saya beri nama “Lebah Penebar Kebaikan”. 

Saya dan sahabat saya saat ini berada di tempat yang terpisah ribuan kilometer. Lebih dari 4 tahun kami bersama-sama menjalani kehidupan sebagai mahasiswa dan aktivis tentunya. Hari-hari di isi dengan agenda yang padat seperti kuliah, syuro’ organisasi, dan pernah beberapa kali berwirausaha bersama. Setelah tamat dari perkuliahan, kami tetap keep in contact. Saling bertanya kabar, saling menyemangati, saling menasehati dan In Sya’a Allah saling mendoakan. Berada dalam dimensi kehidupan yang jauh berbeda dengan dunia kampus dulu, membuat kami harus beradaptasi. Tak jarang kondisi ini melemahkan ruhiyah, pasalnya kami tidak lagi mengikuti Tasqif, Tallaqi bahkan halaqoh. Keadaan menuntut kami untuk tarbiyah dzatiyah. 

Beberapa waktu terakhir, kami kehilangan semangat. Rutinitas yang "begitu-begitu saja" di setiap harinya membuat kami masuk dalam zona "boring" yang menyiksa. Memang benarlah, orang yang biasanya sibuk ketika diberi waktu luang, bingung mau ngapain sehingga menjadi tidak kreatif dan kehilangan orientasi. :(
Kami berdua mencoba berdiskusi untuk menemukan solusi atas masalah yang mengganggu kenyamanan hati ini. "Kenapa gak nulis lagi aja? Menulis "cahaya". Inspiring lhoo..!" celetuk sahabat saya. Ternyata beberapa waktu yang lalu, beliau mengintip blog pribadi saya dan menemukan sebuah cerpen tentang Cahaya. "Ya ampuun, sebegitu cintanya sama gue sampe blog gue di intip-intip" ledekku menimpali. Saya sempat menyembunyikan alamat blog saya pada beliau, tidak ada maksud apa-apa hanya ingin membuatnya penasaran saja. #hehe. "Kenapa kita gak nulis aja di twitter? nulis hal-hal yang bermanfaat? Kan bisa sekalian berdakwah?" kata beliau, sepertinya ia sudah menemukan solusinya. "Nanti, kita buat jadwal terbitnya, berapa kali seminggu gitu.."
Aku tersenyum. Inilah salah satu sifat yang saya sukai dari beliau. Dia ingin selalu bermanfaat bagi orang lain. Saya jadi teringat ketika kami pindah ke rumah kontrakan baru di Jalan Murni. Rumah kontrakan kami ini diberi nama "Pondok An-nahl" yang berarti pondok lebah atas usulan beliau yang ketika itu menjabat sebagai sekretaris pondok. "Kenapa "An-Nahl?" tanyaku. "Karena di sini ada yang jualan madu...heheheehe " jawabnya sambil tertawa. "Eh, bukan karena itu aja sih... itu sebenernya doa, semoga seluruh penghuni pondok ini menjadi lebah. Lebah itu kan binatang yang  menghasilkan madu yang memberikan manfaat bagi manusia, nah semoga kita bisa menjadi lebah yang bermanfaat dan menebar kebaikan pada siapa saja..."#supersekaliya. Saya sangat setuju dengan usul beliau dan karena saya sedang "gila-gilanya" menulis di blog, maka saya pun menawarkan untuk mengelola 2 akun, twitter dan blog.

Dan, Alhamdulillah hikmah dari kondisi yang kami alami saat ini melahirkan sebuah blog dengan judul "lebah penebar kebaikan", tepat di tanggal 22 Desember 2013. Untuk tahap awal, kami baru memulai dengan mengelola blog, untuk twitternya In Sya'a Allah menyusul. Iya kan Sri? (lirik sri Zhaw, penanggungjawab alias PJ pembuat Akun Twitter :p). Ya seperti yang saya ceritakan tadi, kami berdua berharap blog ini bisa menjadi wadah buat kami untuk menebar kebaikan semanis madu :), dan bisa sebagai wadah untuk berbagi (learn and share) seperti yang diceritakan sahabat saya dalam tulisannya Hasil tak Nak Bertasyabbuh... :) Amiin. Oh ya, alamat blog ini kami beri nama "long life tarbiyah" dengan harapan, sepanjang hidup kami tetap tertarbiyah sampai bertemu dengan Allah Azza wa Jalla. Amiiin.

Clossing statment dari saya, salah satu lebah pengelola blog ini, saya mengucapkan terimakasih untuk sahabatku di Kandis sana. Terimakasih atas ide yang luar biasa ini semoga menjadi amal jariyah buat kita berdua seperti kata Salim A. Fillah "Menulis, dari makna hingga daya". Dan, terimakasih bagi seluruh pembaca yang berkunjung ke blog ini semoga segala tulisan yang ada di sini bermanfaat buat sobat-sobat semua.

#mari menebar kebaikan seperti lebah :D
Salam Mahabbah dari ujung pulau Sumatera