Tulisan ini di buat pada hari ke lima dalam minggu ini, Al-Khamis, 9 Januari 2014, yang mana tulisan ini tak kunjung selesai di hari itu, dan dilanjut kemudian di hari ke-enam, Al-jumu’ah, dan diselesaikan serta diterbitkan di hari ke-tujuh, As-Sabi’... #edisimenulisleler
11 Januari 2014
Di sebuah kota bernama Kandis, dengan senyum terpampang manis, yuk mari kita menulis...
Di keremajaan usia tahun 2014 yang masih sangat labil, selabil semangat-ku dalam bidang tulis menulis.
Dalam kelabilan ini, hadirlah seorang saudariku yang berada nun jauh di mata, tapi dekat di jiwa, *aheee... Di sebuah pulau indah yang sangat ingin kusambangi, tempat dimana ombo batu berada, dimana jua ombak bermain-main ceria, dan dimana pasir pantai begitu menggoda, Nias Island.
Dia salah seorang saudari, yang hingga kini masih sering menyambangi hidupku, hadir di dunia nyata, di dunia maya dan bahkan di alam mimpi, haha... #LEBAI MODE : ON
Dan Seperti ini adalah salah satu bentuk sambangannya malam ini, terwujud dalam bentuk sms, yang bunyinya : “Assalamu’alaykum,, rik bsk nerbitin tulisan ya. Tema terserah. Jdwalnya senin kamis biar inget skalian puasa. Oke ciin... Miss u.”
Sebuah sambangan penuh intimidasi tapi jua romantis. Haha, karena maksa untuk nerbitin tulisan, tapi diakhiri dengan kalimat kerinduan, yaaah, yang tak dipungkiri juga kurasakan. Dia saudari yang baik bukan?
Well, jadi aku dan saudariku ini (saudariku yang sangat senang berarak seperti awan, “aozora utsukushi”, semoga di setiap tempat persinggahannya selalu ada bulir hujan yang memberikan manfaat bagi sekitarnya ya, aamiin...) punya perjanjian untuk saling menguatkan, mengingatkan dan menyemangatkan satu sama lain, agar bisa terus menghidupkan kehidupan. Walau di tempat berbeda, walau jauh, namun dekatlah di hati, seperti bintang dan bulan, jauh namun selalu terang, *iniliriklagubukansih? *Abaikan
Perjanjian itu terjadi ketika kami sedang berada dalam kondisi semangat yang serupa, semangat yang tidak seharusnya begitu, “tak kelas-lah”. Perjanjian itu kami tuangkan dalam sebuah MoU yang akhirnya diwujudkan dalam bentuk sebuah blog dan twitter (*yang ini tugas saya dan belum saya realisasikan, colek Rahmi, haha, maaf mik, edisi partner sok sibuk). Nah, walhasil terbitlah blog bernama longlifetarbiyah.blogspot.com ini, dengan alasan pemilihan nama bisa di baca di postingan cik Aozora sebelumnya ya.
Tapi, begitulah, selama 2 minggu masa hidupnya, blog ini sepi hanya terisi dua postingan saja. Mungkin karena gerah akan hal itu, Rahmi si awan berarak akhirnya mengirimiku sms penuh cinta seperti di atas. Well, aku menerimanya sebagai sebuah pengingatan yang manis.
Dan, pengingatan itu sepertinya akan manjur untuk membuat kami menulis (lagi) untuk saling mengingatkan satu sama lain, yah, kalau berharap lebih sih ada insan lain yang akan terciprat manfaat dari apa yang kami orat-oret di blog ini.
Dan kedepannya aku berharap aku bisa lebih disiplin untuk mengingatkan diri sendiri terlebih dahulu, lalu mengingatkan saudariku dan mengingatkan kami berdua kemudian berharap bisa mengingatkan dalam spektrum yang lebih luas lagi.
Karena seperti sebuah quote yang kubaca malam ini, yang membuat aku berjanji untuk berlatih keras dan cerdas dalam hal ini (red:menulis) dan akan menghapus semua fikiran buruk yang muncul di benakku mengenai apa hasil yang akan terjadi dan melakukan yang terbaik, seperti apapun hasilnya nanti, karena apa? Karena “semakin lama kita menunda untuk melakukan semakin lama pula kita akan merasakan keberhasilan yang ingin kita capai”. Sementara itu waktu terus bergulir, tapi amal belum terukir, lantas apa yang bisa kita pertanggungjawabkan kelak dihadapan-Nya?
Jadi, mari Sri menjadi lebih disiplin dalam mempergunakan masa. Mari juga Rahmi! Dan Mari para juga pembaca yang budiman!
Baiklah itu saja kali ini, semoga tulisan selanjutnya lebih baik dan lebih sistematis di banding hari ini yang ngalor ngidul begini.
Aku akan menutupnya dengan memberikan sebuah puisi yang sempat ku kutip dari seorang penulis yang aku suka caranya menulis.
Tentang cinta,
CINTA
Cinta adalah gugurnya bebaris gerimis, untuk selengkung pelangi yang barangkali...
Cinta adalah jatuhnya reranting kering, untuk setumbuh tunas yang mungkin...
Cinta adalah turunnya malam hari, untuk pagi yang matahari...
Cinta adalah sementaranya pergi, untuk datang yang abadi...
(M Aan Mansyur)
Dan aku berharap bisa menghadirkan cinta di setiap tulisan. Untuk bisa memberikan manfaat tak hanya selagi nafas berderap dalam tubuh, tapi jua ketika ia bergerak perlahan ataupun secara meninggalkan tubuh ini, manfaat yang tertinggal, lekat dan hikmat...
Terimakasih kembali Rahmi, sudah berkenan menyambangi hidup seorang sahabat seperti ini, yang leler dan sok sibuk, dan berkenan jua menerima ide-ide yang kadang di luar nalar, haha... :D uhibbukifillah Rahmi, semoga menjadi amal jariyah.
#edisitulisanbanyakungkapancintaini.
Wassalam
Salamsuksesbahagiaduniaakhirat ^_^)9
